Kompetisi Blog Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Sebagai seorang ibu yang memiliki tiga anak pasti mengalami kehidupan yang warna warni. Banyak hal yang membuat hidup berwarna, mulai dari tingkah lucu anak-anak saat masih kecil sampai kelakuan yang kadang bikin tepok jidat dan saat anak mulai beranjak remaja. Tapi moment-moment seperti itu sangat berharga buat ku. Waktu pertama kali punya anak, aku sebagai ibu baru banyak kuatirnya. Takut gak bisa membesarkan anak dengan baik, takut nanti kalau salah pola asuh bagaimana dan akhirnya berujung aku mengalami baby blues. 

Tapi saat-saat membesarkan anak saat kecil akhirnya terlewati dan waktu tak berasa, tau-tau anak pertamaku sudah lulus SMK. Moment yang paling kutunggu adalah datang ke acara kelulusan anakku, melihat anakku di depan panggung menerima tanda kelulusan. Saat datang ke acara kelulusan aku akan dandan yang cantik dan memakai baju terbaikku. Rencana ku akan datang ke acara kelulusan bersama dengan suami ku, tapi apa daya ternyata suami ku mendadak ada tugas kantor keluar kota. 

Akhirnya moment yang ditunggu tiba, acara kelulusan SMK anak pertamaku. Karena suami ku tidak bisa ikut akhirnya aku mengajak ibu mertuaku untuk menemani. Setelah selesai dandan cantik, aku memesan transportasi online menggunakan mobik untuk berangkat ke lokasi acara kelulusan. Tapi gak disangka-sangka, sulit sekali mendapatkan mobil online nya. Maklum daerah rumahku agak dipinggiran kota daerah industri. Karena takut terlambat, akhirnya aku memutuskan untuk naik motor berboncengan dengan mama mertuaku.

Sepanjang perjalanan naik motor menuju lokasi acara, jantungku dag dig dug takut make up ku berantakan. Karena pas kebetulan di jalan banyak sekali truk tanah dan truk kontainer yang lewat menyebabkan debu-debu berterbangan ditambah perjalanan jam 1 siang panasnya ampun deh. Sesampainya di lokasi acara, aku langsung buru-buru ke kamar mandi ngecek make up ku, dan untung nya make up ku aman. Tapi tiba-tiba aku berasa mata SEpet, PErih, dan LElah. Pengen rasanya usap-usap mata, tapi gak bisa karena riasan mata bisa rusak. 

wisuda-smk
Wisuda anak pertama

Akhirnya aku tetap duduk di kursi acara sambil merasakan mata yang gak nyaman. Aku jadi gak menikmati acara, padahal acara kelulusan ini yang aku tunggu-tunggu. Sepertinya mama mertuaku melihat kegelisahanku dan bertanya kenapa, lalu aku ceritakan lah kejadiannya. Selesai bercerita mama mertua ku langsung membuka tasnya dan mengambil INSTO DRY EYES. Kata mama mertua ku, yang aku alami itu adalah gejala mata kering, dan aku langsung Tetesin insto dry eyes dimataku. Setelah beberapa saat mataku langsung terasa lebih enak dan bisa menikmati acara kelulusan.

insto-dry-eyes
Insto Dry Eyes 7,5 ml

Karena faktor usia jadi mata mama mertuaku sering terasa kering, karena itu mama mertua selalu membawa tetes mata #InstoDryEyes di dalam tas. Untung aja ukuran INSTO DRY EYES 7,5 ml jadi pas untuk dibawa dalam tas. Mama mertuaku biasa beli INSTO DRY EYES di Indomaret deket rumah. Selesai acara aku langsung cari-cari info tentang gejala mata kering ini. 

Penyebab umum Gejala Mata Kering :

  • Terlalu lama terkena paparan digital
  • Terkena paparan AC, debu, dan polusi
  • Usia lanjut (diatas 50 tahun)
  • Penggunaan lensa kontak lama
  • Sering terkena paparan asap rokok
  • Tidak membersihkan make up di area mata dengan benar
  • Perubahan hormon
(Sumber : Alodokter)

insto-dry-eyes
Insto Dry Eyes

Dilihat dari penyebabnya kelihatan SePeLe ya dab tanpa disadari salah satunya adalah kegiatan yang kita lakukan setiap saat. Karena itu supaya #BebasMataKering wajib banget buat punya INSTO DRY EYES. Insto Dry Eyes ini mengandung bahan aktif yang merupakan efek pelumas seperti air mata untuk mengatasi mata kering dan juga dapat meringankan iritasi mata yang disebabkan kekurangan produksi air mata. Yuk yang mengalami gejala mata kering #MataSePeLeJanganSepelein.

insto-dry-eyes
Insto Dry Eyes




Mengatur Pembelian Material Renovasi Rumah Subsidi Bertahap tanpa Over-Order

 

Mengatur Pembelian Material Renovasi Rumah Subsidi Bertahap tanpa Over-Order

Ditulis oleh Jordy Salim, Founder Tokban (tokban.com)

Ilustrasi pemilik rumah merencanakan anggaran dan membeli material renovasi bertahap

Ilustrasi: merencanakan anggaran dan membeli material renovasi secara bertahap.

Renovasi rumah subsidi punya tantangan khasnya sendiri: ruang yang terbatas, bujet yang harus dijaga ketat, dan keinginan yang sering lebih besar daripada isi kantong. Banyak yang akhirnya memborong material sekaligus di awal karena merasa lebih praktis, lalu menyesal ketika ada sisa menumpuk atau uang habis sebelum pekerjaan penting selesai. Padahal, dengan sedikit perencanaan, pembelian material bisa dicicil bertahap mengikuti kemampuan dan kebutuhan, tanpa over-order. Berikut cara mengaturnya, dari pengalaman kami yang sehari-hari mengurus material bangunan.

Mulai dari Rencana, Bukan dari Toko

Godaan terbesar saat renovasi adalah langsung belanja begitu ada uang. Tahan dulu. Tuliskan bagian mana yang mau dikerjakan lebih dulu, misalnya dapur, kamar mandi, atau menambah kamar, lalu urutkan berdasarkan yang paling mendesak. Dari daftar itu, baru muncul material apa yang benar-benar dibutuhkan di tahap pertama. Membeli sesuai rencana membuat uang mengalir ke pekerjaan yang memang jadi prioritas, bukan ke tumpukan material yang belum tentu terpakai bulan ini.

Beli per Tahap, Sesuai Pekerjaan

Renovasi rumah subsidi paling nyaman dikerjakan bertahap, dan pembelian material sebaiknya mengikuti irama yang sama. Belilah material untuk satu tahap yang sedang dikerjakan, bukan untuk seluruh rencana sekaligus. Misalnya, saat mengerjakan kamar mandi, cukup siapkan keramik, sanitari, dan semennya dulu; material untuk dapur bisa menyusul ketika tahap itu tiba. Selain lebih ringan di kantong, cara ini menghindari material menumpuk di rumah yang ruangnya terbatas dan berisiko rusak karena terlalu lama disimpan. Semen yang kelamaan bisa mengeras, cat bisa mengering, dan besi bisa berkarat kalau penyimpanannya kurang baik.

Hitung Kebutuhan Secukupnya

Salah satu penyebab over-order adalah membeli dengan angka biar aman yang terlalu besar. Untuk pekerjaan seperti pasang keramik atau cat, mintalah tukang atau ahli membantu menghitung perkiraan kebutuhan berdasarkan luas area, lalu tambahkan sedikit cadangan yang wajar untuk potongan atau kesalahan pasang. Angka ini sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi kasar, bukan patokan mati, dan dikonfirmasi ulang sebelum membeli. Membeli secukupnya membuat sisa material minim dan uang tidak mengendap di barang yang tidak terpakai.

Simpan yang Tersisa dengan Benar

Kalau ada sisa material dari satu tahap, simpan dengan baik supaya masih bisa dipakai di tahap berikutnya. Letakkan semen dan material yang sensitif kelembapan di tempat kering dan tidak menempel langsung ke lantai. Tutup rapat sisa cat, dan kelompokkan sisa keramik berdasarkan motifnya supaya mudah dicari saat dibutuhkan. Penyimpanan yang rapi membuat sisa material menjadi aset untuk tahap berikutnya, bukan sekadar barang yang memenuhi ruangan.

Sediakan Sedikit Dana Cadangan

Renovasi hampir selalu memunculkan kejutan kecil, entah pipa lama yang ternyata bocor atau dinding yang perlu diperbaiki lebih dulu sebelum dicat. Menyisihkan sedikit dana cadangan di luar anggaran material membuat kejutan seperti ini tidak langsung menghentikan pekerjaan. Dengan begitu, uang untuk material tahap berikutnya tetap aman, dan renovasi bisa terus berjalan tanpa harus berhenti di tengah jalan atau berutang untuk menutup selisih.

Pilih Tempat Beli yang Bisa Diandalkan

Karena membeli bertahap berarti akan berkali-kali memesan, memilih tempat beli yang bisa diandalkan sangat membantu. Cari yang spesifikasinya jelas, bisa mengirim ke rumah, dan enak diajak berkomunikasi kalau ada yang perlu ditanyakan. Untuk kebutuhan yang berulang, punya satu tempat langganan yang konsisten membuat kualitas lebih mudah dipantau. Inilah yang kami usahakan di Tokban, membantu pengadaan material dengan spesifikasi jelas dan pengiriman ke lokasi untuk area Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Tips Singkat Biar Tidak Boros

  • Kerjakan dan beli bertahap sesuai prioritas, bukan sekaligus.

  • Hitung kebutuhan bersama tukang atau ahli, lalu tambahkan cadangan secukupnya.

  • Simpan sisa material dengan benar supaya bisa dipakai lagi.

  • Catat setiap pembelian agar bujet renovasi tetap terpantau.

Penutup

Merenovasi rumah subsidi tidak harus menguras tabungan sekaligus. Dengan membeli material bertahap sesuai rencana dan kebutuhan, renovasi bisa berjalan sesuai kemampuan, sisa material minim, dan hasilnya tetap sesuai harapan. Untuk perhitungan yang lebih pas, tidak ada salahnya berkonsultasi dulu dengan tukang atau ahli sebelum membeli.

Tentang Penulis

Jordy Salim adalah Founder Tokban (tokban.com), supplier material bangunan yang melayani pengadaan material untuk area Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Terhubung dengan penulis di LinkedIn: linkedin.com/in/jordysalim.